Perdalam Ilmu ke Garut: KPPST Lakukan Studi Banding ke Sunda Hejo untuk Masteri Budidaya Kopi
Sebagai bagian dari persiapan intensif Program Kebun Kopi Rakyat, KPPST melaksanakan studi banding ke Sunda Hejo di Garut untuk mendalami teknik penyemaian dan perawatan pohon kopi yang berkelanjutan. Melalui transfer ilmu ini, KPPST berkomitmen meningkatkan standar teknis para anggotanya guna memastikan 100.000 bibit kopi yang ditanam mampu tumbuh maksimal dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
9/21/20251 min read


Perdalam Ilmu ke Garut: KPPST Lakukan Studi Banding ke Sunda Hejo untuk Masteri Budidaya Kopi
GARUT – Demi memastikan keberhasilan Program Kebun Kopi Rakyat, Koperasi Produsen Pada Suka Thoyyibah (KPPST) melakukan langkah proaktif dengan menyambangi salah satu barometer pengelolaan kopi terbaik di Jawa Barat. KPPST menggelar kegiatan Studi Banding ke pusat pelatihan Sunda Hejo (Kelompok Tani Hutan) di Kabupaten Garut. Kunjungan ini berfokus pada pendalaman keahlian teknis (skill) dalam dua pilar utama budidaya kopi: Penyemaian Unggul dan Manajemen Perawatan Pohon.
Mengadopsi Standar Emas Sunda Hejo
Sunda Hejo dikenal luas sebagai pelopor penggabungan antara pelestarian hutan dan produksi kopi berkualitas dunia. Bagi KPPST, berguru langsung kepada para praktisi Sunda Hejo adalah langkah strategis untuk meminimalisir risiko kegagalan dalam target penanaman 100.000 bibit.
Selama kegiatan di Garut, tim KPPST mendalami:
Metode Perlakuan Benih: Teknik khusus untuk memastikan benih memiliki daya kecambah yang seragam dan kuat.
Manajemen Persemaian (Nursery): Pengaturan suhu, kelembaban, dan nutrisi agar bibit tumbuh sehat sebelum dipindahkan ke lahan permanen.
Pemeliharaan Pohon Berkelanjutan: Strategi pemangkasan (pruning) dan pemupukan organik yang efektif untuk memperpanjang usia produktif pohon kopi.
Komitmen pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas
Ketua KPPST, Yogi Asmara, menjelaskan bahwa studi banding ini adalah bagian dari tanggung jawab koperasi dalam mengelola amanah Perhutanan Sosial. "Kami tidak ingin hanya sekadar menanam 100.000 pohon lalu membiarkannya. Melalui studi banding ke Sunda Hejo, kami ingin memastikan setiap anggota KPPST memiliki keahlian yang mumpuni. Kami belajar bagaimana merawat pohon kopi dengan hati agar menghasilkan kualitas yang layak bersaing di pasar internasional," ungkapnya.
Sinergi untuk Kebun Kopi Rakyat
Pengalaman lapangan di Garut memberikan perspektif baru bagi para pengurus dan anggota KPPST mengenai cara mengelola lahan 50 hektar yang semi-kritis agar tetap produktif namun lestari. Ilmu yang didapat dari Sunda Hejo akan langsung dipraktikkan di persemaian KPPST yang saat ini tengah mengolah 50Kg benih kopi unggul. Dengan bekal pengetahuan dari para master kopi di Garut, KPPST semakin optimis dapat mewujudkan ekosistem Kebun Kopi Rakyat yang profesional dan menjadi percontohan bagi koperasi-koperasi lain di Indonesia.
