Resmi Dimulai! KKPST Targetkan 100.000 Bibit Kopi Robusta untuk Hijaukan 50 Hektar Kawasan HKm
KKPST resmi memulai tahap awal program Kebun Kopi Rakyat melalui penyemaian 50Kg benih kopi unggul yang diproyeksikan menjadi 100.000 bibit siap tanam. Program ini ditargetkan untuk menghijaukan kembali 50 hektar lahan semi-kritis, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor perkebunan kopi yang berkelanjutan.
8/16/20251 min read


Memulai Langkah Besar: 50Kg Benih Unggul Jadi Awal Target 100.000 Bibit Kopi untuk Program KPPST: Kebun Kopi Rakyat
SUKABUMI – Ambisi Koperasi Produsen Pada Suka Thoyyibah (KKPST) untuk mentransformasi lahan kritis menjadi sentra produksi kopi nasional kini memasuki babak krusial. Program Kebun Kopi Rakyat secara resmi dimulai dengan proses penyemaian tahap pertama sebanyak 50 Kilogram benih kopi pilihan. Jumlah benih tersebut diproyeksikan akan menghasilkan 100.000 bibit kopi siap tanam, yang nantinya akan menjadi penghuni utama di lahan seluas 50 hektar milik anggota koperasi.
Dari Benih Menuju Kemandirian Ekonomi
Penyemaian ini bukan sekadar kegiatan teknis perkebunan biasa. Ini adalah simbol dimulainya ekosistem ekonomi baru di Desa Cikarae Thoyyibah. Dengan estimasi tumbuh yang optimal, 100.000 bibit ini akan menjadi aset produktif yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan keluarga petani secara signifikan. Beberapa poin penting dalam tahap penyemaian ini meliputi:
Seleksi Benih Berkualitas: Menggunakan benih Robusta unggul yang telah disesuaikan dengan karakteristik elevasi dan iklim mikro lahan setempat.
Teknologi Perawatan: Pendampingan teknis intensif dilakukan untuk memastikan persentase daya tumbuh (germination rate) mencapai angka maksimal.
Persiapan Masa Tanam: Sementara benih berada di persemaian, persiapan lahan seluas 50 hektar terus dilakukan secara paralel agar siap saat bibit memasuki usia tanam.
Sinergi dan Standar Internasional
Sejalan dengan visi menjadi percontohan nasional, proses penyemaian ini juga mengacu pada standar kualitas yang telah dikoordinasikan dengan mitra strategis seperti Olam Coffee dan Sunda Hejo, serta diawasi dalam kerangka Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS) yang telah disahkan. Ketua KKPST, Yogi Asmara, menyampaikan antusiasmenya saat meninjau lokasi persemaian. "Hari ini kita menanam harapan. Dari 50Kg benih ini, kita akan melihat 100.000 pohon kopi tumbuh subur di lahan yang dulunya non-produktif. Ini adalah bukti bahwa melalui wadah koperasi, masyarakat mampu mengelola sumber daya alam secara profesional dan berskala besar."
Target 50 Hektar Lahan Hijau
Target akhir dari penyemaian ini adalah penghijauan kembali lahan-lahan semi-kritis. Dengan 100.000 bibit yang disiapkan, KKPST berkomitmen menciptakan "sabuk ekonomi hijau" yang tidak hanya menghasilkan biji kopi berkualitas ekspor, tetapi juga menjaga kelestarian fungsi hutan dan resapan air.
