Sinergi Hijau: BPDAS Tinjau Potensi Kerja Sama Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kawasan HKm KPPST
KPPST menyambut kunjungan lapangan BPDAS untuk menjajaki kerja sama Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di area aliran sungai kawasan HKm. Langkah strategis ini bertujuan untuk memulihkan area kritis sekaligus memperkuat fungsi konservasi air, guna mendukung keberlanjutan ekosistem hutan dan produktivitas program Kebun Kopi Rakyat.
10/29/20251 min read
Sinergi Hijau: BPDAS Tinjau Potensi Kerja Sama Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kawasan HKm KPPST
SUKABUMI – Upaya Koperasi Produsen Pada Suka Thoyyibah (KPPST) dalam menjaga kelestarian ekosistem hulu sungai mendapat perhatian serius dari otoritas lingkungan. Baru-baru ini, KPPST menerima kunjungan lapangan dari tim Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) untuk memetakan potensi kerja sama strategis dalam program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Fokus utama kunjungan ini adalah meninjau area sempadan (pinggiran) sungai yang berada di dalam kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) kelolaan KPPST, guna memastikan fungsi hidrologis hutan tetap terjaga.
Apa Itu RHL dan Mengapa Penting bagi KPPST?
Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) merupakan program pemulihan kembali lahan-lahan kritis guna mengembalikan fungsi alami hutan sebagai penyerap air dan penahan erosi. Bagi KPPST, kerja sama ini bukan sekadar penghijauan, melainkan investasi jangka panjang untuk:
Perlindungan Mata Air: Menjamin ketersediaan air yang stabil untuk masyarakat dan keberlanjutan kebun kopi.
Mitigasi Bencana: Memperkuat struktur tanah di sekitar aliran sungai guna mencegah longsor dan banjir kiriman ke daerah hilir.
Pengayaan Vegetasi: Menambah keanekaragaman tanaman pelindung yang akan mendukung ekosistem mikro bagi tanaman kopi rakyat.
Pengecekan Lapangan: Menjamin Kesesuaian Program
Dalam kunjungan tersebut, tim BPDAS bersama pengurus KPPST melakukan penelusuran lapangan untuk mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan intervensi mendesak. Verifikasi ini meliputi pengecekan kemiringan lahan, jenis tanah, serta pemilihan spesies pohon yang tepat (seperti jenis kayu-kayuan dan buah-buahan/MPTS) agar selaras dengan program agroforestry yang sedang dijalankan koperasi. Ketua KPPST, Yogi Asmara, menegaskan pentingnya kolaborasi ini: "Kami menyadari bahwa mengelola HKm adalah tentang keseimbangan. Melalui penjajakan kerja sama RHL dengan BPDAS, kami ingin memastikan bahwa di samping memetik hasil kopi, KPPST juga menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan daerah aliran sungai. Hutan yang sehat adalah pondasi ekonomi rakyat yang kuat."
Melangkah Menuju HKm Percontohan
Kunjungan BPDAS ini semakin mengukuhkan posisi KPPST sebagai entitas pengelola hutan yang akuntabel dan transparan. Jika kerja sama RHL ini terealisasi, KPPST akan menjadi salah satu pionir koperasi perhutanan sosial yang berhasil mengintegrasikan produksi ekonomi (Kopi) dengan pemulihan ekologi (RHL) secara serasi. Dengan dukungan teknis dari BPDAS, visi KPPST untuk menjaga "Hulu Hijau, Rakyat Sejahtera" kini semakin nyata di depan mata.
